Aku sama Ic-chii bikin itu dengan nama acc Ayame-Yuri no Hana. Namanya aneh ya? Iya, seaneh yang punya XD #plak *dibunuh Ic-chii* Kita itu sistem kerjanya ganti-gantian, jadi kalau yang satu udah nge-stuck, yang lain bakal nerusin. Soalnya kebanyakan Author yang 2 orang 1 acc itu mereka bikin cerita masing-masing, tapi kalau kita nggak~ #bangga
Oh iya
Sekarang liat Spoilers Bloody Iris repost dari Blog nona Ayame yuk~
BLOODY IRIS
p.s Ini cerita pake beberapa Point of View.
Chapter 1 : The Girl with a thousand mysteries.
Dewi Iris, berikan aku kekuatan untuk mengubah dunia ini…Dunia ini penuh dengan kesalahan yang tiada akhir, orang-orang yang menjadi sumber masalah harus lenyap dari muka bumi ini. Ya aku lenyapkan saja mereka, dan membangun kembali dunia ini, dunia tanpa kesalahan, dunia tanpa kebohongan, dengan kata lain mereka yang menjadi sumber masalah harus mati, manusia-manusia yang tidak berguna dan tentu saja para anak-anak itu.. blade children.
Kanone's POV
Namanya adalah Iris Antoniousse, ia dekat sekali dengan adikku, Hanon. Tetapi, setiap kali Aku atau Hanon berada di dekatnya, pasti akan terjadi sesuatu yang membahayakan Hanon. Aku harus menjauhkan adikku dengan gadis berbahaya itu. Aku tahu dia punya tujuan tertentu dengan mendekati adikku.
Chapter 2 : The World that we are lived.
Kanon kelimpungan mencari adiknya yang tak kunjung datang ke tsukiyomi gakuen. Ia bolak-balik ke kelas Ayumu dan menanyakan keberadaan adiknya itu. Saat ini, Kanon mempunyai pikiran bahwa Hanon telah 'dihabisi' oleh Iris. Ia pun ingin mencari Iris yang menghilang seperti Hanon. Mungkin, bila Iris tidak memberitahu dimana Hanon berada, tak ada jalan lain kecuali membunuh Iris.
Kanone's POV
Gadis yang bernama Iris Antoniousse itu benar-benar merepotkan! Kali ini ia merusak kepercayaan Hanon padaku. Sekarang Aku harus mencari di mana? Adikku satu-satunya yang sangat berharga bagiku.Rin : Dimana~ Dimana~ adiiikku~~ *dibunuh Kanone*
Chapter 3 : Slow Step
namun, yang dipanggil hanya bisa terus berjalan. Iris melayangkan pikirannya entah kemana, ia terlihat murung melihat Hanon dan Kanon terpecah-belah, tapi, ada satu sisi dihatinya yang tidak ingin semua itu terjadi, ia ingin mempersatukan kembali adik-kakak itu, setelah ia mengetahui semua yang ia lakukan hanya menguntungkan strategi Kiyotaka Narumi. semuanya telah diprediksi orang itu. Ia tidak mau menguntung orang itu lagi. meskipun selama ini Kiyotaka bersikeras agar Iris tidak membalas dendam, namun Ia tahu bahwa Kiyotaka hanya berakting saat itu.
Hizumi's POV
Iris, akhirnya kita bertemu lagi. Namun, dendammu terhadap keluarga Hilbert seperti belum hilang. Namun yang aku tahu kini.. Kau telah berubah, maka dari itu, kupikir Aku sebaiknya menyudahi semuanya. Aku tak mau melihatmu menderita di dalam lingkaran takdir yang dibuat Kiyotaka Narumi.
Chapter 4 : The Truth
Mereka pun berjalan bersama melewati lembah , naik gunung, turun bukit, menghadapi beruang salju, dan badai salju, serta ... oke serius. Mereka melewati jalan setapak yang dianggap Hiyono sebagai jalan pintas. udara disana sangat sejuk dan jauh dari keramaian kota. dan sampailah mereka diladang Ayame no Hana. Hiyono tertegun melihatnya.
Hanon's POV
Kini aku tahu mengapa Iris-chan begitu pada Aniki dan aku. Namun, firasatku semakin buruk ketika mendengar hal itu. sesuatu yang mengancam jiwa Blade Children akan terjadi. Ya, rupanya Kiyotaka-san telah bergerak. Tidak.. aku tidak ingin melihat orang-orang yang kusayangi terus menderita dalam ketidak pastian takdir mereka. Aku harus melalukan sesuatu.
Chapter 5 : The Destiny
Hizumi berjalan menuju ke arah Mansion Eyes, ia melapor ke meja reservasi dan masuk ke dalam lift lalu menekan tombol lift ke lantai paling atas. Tak lama kemudian, pintu lift pun terbuka dan di sana hanya ada Kanon yang sedang bermain-main dengan kucingnya.
Iris's POV
Demi rencana Kiyotaka itu, Aku berpura-pura mati. Padahal aku menentang rencana Kiyotaka itu, tapi kenapa? Maafkan aku Hanon-chan.. Aku tidak bisa menghentikan Hizumi... maaf... maaf... Mungkin setelah ini aku akan kembali menjadi diriku yang dulu. Iris Weisheit.
Chapter 6 : When it reached to the end of the wound
Hizumi mencoba mengalihkan pandangannya kearah yang lain. Ia sama sekali tidak berani menatap mata gadis itu, Mereka berdua terlarut dalam kesunyian. Mungkin, hanya penyesalan yang kini ada pada Hizumi. Tapi Hizumi sudah tidak bisa mundur lagi dengan apa yang telah ia perbuat. Gadis itu akhirnya memeluk Hizumi, terlihat Hizumi terkejut, namun ia merasa tenang. tangannya yang sedari tadi bergetar kini memeluk gadis itu, ia dapat bernafas dengan normal tidak terengah-engah lagi, ia tidak merasa takut lagi, seperti ada sihir yang mempengaruhinya.
Hizumi's POV
Iris, sudah cukup. Aku telah membalaskan dendammu, jangan bertindak yang macam-macam lagi. Jangan membahayakan dirimu sendiri. Penyakitmu itu sudah cukup untuk kau derita. Kiyotaka itu kejam! Ia jahat melibatkanmu dalam konflik ini. Maka dari itu, akan aku lakukan apapun. Ya, walau aku harus membunuhmu dengan tanganku ini!
Chapter 7 : The Final Battle
Rio segera memukul perut Hizumi dengan siku-nya. Selagi Hizumi meringis kesakitan, Kanon menggunakan kesempatan itu untuk menendang Hizumi. Menerima serangan beruntun seperti itu, Hizumi terlihat sedikit lelah dan kesakitan. Sementara itu, Iris bersembunyi sesuai dengan apa yang telah mereka berdua rencanakan. Kali ini Rio bertugas mencari Iris. Rio berusaha memperiapkan dirinya dengan membawa bom lempar serta pistol di tas kecilnya. Sesekali ia melihat ke arah Kanon dan Hizumi, saat ia lengah tiba-tiba..
Ayumu's POV
Yang aku tahu, Kau dan Iris adalah musuh kami. Aku akan mengalahkanmu Hizumi! Aku akan menghancurkan rencana Aniki apapun yang terjadi! Pertama, membunuh kalian berdua!
Chapter 8 : Atarashi Hajimaru
"Ini bukanlah jalan keluar yang terbaik Aniki! Pasti ada cara lain! Percayalah! Apapun yang terjadi, percayalah pada harapan kalian! Dengarkanlah isi hati kalian! Apa kalian mau membunuh mereka?" kata Hanon bersikeras
Kanone's POV
Mendengar apa yang diucapkan Hanon adalah benar. Jika aku dan yang lain membunuh gadis yang bernama Iris itu, secara langsung aku membunuh adikku sendiri. Hanon... maafkan Anikimu ini..
Chapter 9 : The Last Battle
Kepada Narumi Ayumu dan Blade Children,
Aku turut berduka atas apa yang terjadi pada Hanon dan Iris-chan. Aku tahu kalian sudah muak dengan permainanku, terutama kalian, Hizumi, Kanon dan Eyes. Bagaimana kalau kita selesaikan semua ini? Aku beri kalian waktu untuk mempersiakan diri selama 1 minggu dari sekarang. Aku harap kalian tak mengecewakanku karena ini adalah penentuan bagi Blade Children, apakah mereka layak hidup atau tidak.
Narumi Kiyotaka.
Ayumu's POV
Akhirnya surat tantangan dari Aniki datang juga. Ia akan menampakkan dirinya setelah sekian lama menghilang! Aniki... Aku tidak akan kalah! Dengan kerja sama dari Aku, Hizumi dan Blade Children, aku akan mengalahkanmu!
Yosh~ Sekian repost dari ku~ Jangan lupa baca cerita aslinya ya~ Ufufufufu.. Jangan lupa review juga ya~ Arigato minna-san~ ^^ Nanti dapet tanda tanganku loh~ (siapa juga yang mau.

Salam Random,
.Rinjani.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar